Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

RUMAH JOGLO PUTIH

“I will hurt you for this. I don’t know how yet, but give me time. A day will come when you think yourself safe and happy, and suddenly your joy will turn to ashes in your mouth, and you’ll know the debt is paid.”
George RR Martin, A Clash of Kings
“Grudges are for those who insist that they are owed something; forgiveness, however, is for those who are substantial enough to move on.” --Cris Jami, Salome: in every inch in every mile


Dua teman yang lama tak berjumpa melakukan perjalanan yang telah direncanakan jauh-jauh hari ketika mereka masih bersekolah. Rima dan Tika, sudah belasan tahun tak berjumpa. Kali ini adalah waktu yang tepat bagi mereka. Waktu, kesempatan, dan dana mengijinkan mereka berangkat. Ke suatu tempat yang belum pernah mereka datangi. Bahkan, tak tertera di peta ponsel pintar.
Di sebuah desa kecil pinggir sungai mereka tiba. Desa itu hening, rindang, dan bersahabat. Desa itu masih mempertahankan adat, itu terlihat dari rumah-rumah yang mereka lewati, rumah joglo.
Tap…

MENTALIST. first scene on the first episode of season 1

Pita garis kuning polisi telah melingkupi satu kediaman, sebuah rumah dengan halaman hijau yang luas. Rumah itu tampak seperti rumah-rumah tua mewah yang kita temui di foto-foto kuno. Beberapa mobil putih hitam berhenti di depan rumah itu juga sebuah mobil paramedis warna merah. Ramai orang merubungi kediaman itu sebagian besar adalah wartawan, rupanya pemilik kediaman itu adalah orang yang cukup berpengaruh di lingkungannya, petugas sedang sibuk mengambil keterangan dan menjaga keramaian itu tidak membludak dan mengganggu pekerjaan polisi. Kru televisi tengah bersiap melakukan liputan. Beberapa orang melihat selebaran, baik yang ditempel di pohon maupun selebaran yang tercecer di jalan. Di situ terpampang foto seorang gadis yang dinyatakan ‘Hilang’ gadis berambut pirang tersenyum, alisnya tipis lurus, Mercy Tolliver.
Datanglah dua orang, laki-laki dan perempuan, yang perempuan adalah detektif dan satunya konsultan. Si laki-laki bernama Patrick Jane, melihat-lihat dengan tenang, tangan…

BIG HEAD REX

“Maybe everybody in the whole damn world is scared of each other.”
John Steinbeck, Of Mice and Men

Di sebuah kampung kecil di pojok kampung besar, dekat lereng gunung, seseorang hidup menyendiri.
Di Kampung Lereng dia tinggal. Dalam sebuah rumah kayu lapuk. Dia ditakuti oleh para penduduk kampung Lereng. Karena satu hal: kepalanya dua kali lipat besarnya.
Jika saja dia punya ekor, dia bakal lebih mirip T-Rex. Seirama dengan namanya : Rex. Kepalanya terlampau besar, bukan karena mengidap tumor, memang dari awal kemunculannya (penduduk kampung tidak tahu menahu kapan Rex lahir dan siapa yang melahirkannya). Tangannya mungil, satu tangan utuh tapi ukurannya sepanjang bahu sampai siku tangan manusia normal. Telapak tangannya lebih kecil dari telapak tangan bayi yang baru lahir. Tapak kakinya besar. Tinggi Rex hanya sepinggul orang dewasa. Keseraman wujudnyalah yang membuat warga kampung teramat takut mendekati wilayah rumah kayu Rex.

GREEN REAPER -- CROSSOVER STORY

“GREEN REAPER”
-oOo-
Ada penjahat baru di kota indah bernama London. Pembunuh berantai yang dijuluki “Green Reaper” ini mengambil korban berumur antara 15 sampai 19 tahun. Kejahatannya berlangsung pada dini hari. Scotland Yard sampai kewalahan untuk menangkapnya. Sudah puluhan korban jatuh. Setiap beberapa hari sekali selalu ada orang tua yang melaporkan anaknya hilang, dan dua hari kemudian ditemukan tengkorak dengan secarik kecil kain hijau di belakang rumah mereka. Melalui uji tes DNA, diketahui benar itu adalah tengkorak anak mereka. Sungguh menggemparkan. Berita ini tak henti-henti digembar-gemborkan media selama setahun penuh. Sampai suatu hari, Detektif Wendy Darling turun tangan menangani kasus “Green Reaper” ini. Karena dia mengenali kain hijau itu tak lain adalah kepunyaan anak laki-laki yang pernah menculiknya sewaktu kecil dulu.
Peter Pan.
Dia berdiri di tepi karang di tengah lautan. Mengawasi kapal mewah yang berlayar menjauh. Kapten Hook telah merampok semua harta benda, b…