Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

HARDCORE HANSEL AND GOTHIC GRETEL

-oOo-

“Play it fuckin' loud!”
Bob Dylan

Siapa bilang para penyihir telah punah keberadaannya di dunia modern saat ini. Mereka ada dan bersemayam di relung-relung sempit kehidupan. Perlahan menyiapkan diri untuk kembali menuju permukaan. Mereka menyusup ke segala aspek hidup manusia modern saat ini tanpa kita semua sadari.

Sihir.....
Menyihirmu sampai lupa daratan. Mantra-mantra telah terapalkan pada segala sesuatu yang kita temui dan nikmati kegunaannya. Pada beragam industri mereka pun hadir. Bala-bala bantuan iblis pun membantu mewujudkan misi mereka menggiring manusia menuju liang kehancuran. Terutama para wanita. Yang secara langsung akan menggoda kaum pria. Lekuk indah menggugah iman dan takwa. Kau terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Hooo....

INSOMNIAC SLEEPING BEAUTY

-oOo-
“So it’s true, when all is said and done, grief is the price we pay for love.”
E.A. Bucchianeri, Brushstrokes of a Gadfly
Alkisah di suatu jaman terdapat negeri yang memiliki dua kerajaan besar. Satu adalah kerajaan manusia dan satu lagi kerajaan makhluk-makhluk ajaib beserta peri bersayap. Adalah Kerajaan Buminaga, dipimpin oleh seorang Raja gagah perkasa bernama Raja Abudhabi. Ia adalah pemimpin bertangan besi yang telah menduduki takhta selama tiga puluh dua tahun. Raja Abudhabi senang memakai pakaian berwarnakan kuning dan berlambangkan pohon beringin hijau. Ia memimpin dengan kejam tanpa ampun. Siapa saja yang berani menentangnya dipastikan akan buntung kepalanya. Segala yang ia ingini, akan tercapai. Satu hal yang sampai saat ini belum ia dapatkan adalah: sepasang sayap. Raja Abudhabi mendamba sepasang sayap untuk mengantarkannya menuju kahyangan, ke tempat tujuh bidadari pelangi bermandikan bintang-bintang.
Karena keinginannya itulah, Kerajaan Pringwood, kerajaannya makhlu…