Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

CARA MENYAJIKAN DENDAM

Hasrat membunuh muncul dengan picuan tertentu. Semisal, fitnah. Di mimpi dan imajinasinya, Bandot telah membunuh berkali-kali satu orang yang amat dibencinya itu. Seorang pengurus suatu yayasan, sebut saja orang itu Sengkuni. Sebab ia suka sekali membisiki bos-bos berdompet tebal di pucuk kekuasaan, menampilkan diri sebagai yang terbaik dan paling suci dan paling moralis. Sebelum Bandot jadi korban fitnah yang tidak diberi kesempatan penjelasan dua sisi, ia telah menyaksikan sendiri bagaimana si Sengkuni memperlakukan orang-orang yang berada di bawah telapak kakinya. Sengkuni, sebenarnya bukan siapa-siapa. Namun karena kerajinan menjilat dengan bahasa manis ke bos-bos berkedudukan, ia melesat dan dipercayai memegang sebuah yayasan. Bandot, merasakan pedihnya, sedihnya orang-orang yang dianiaya secara batin oleh Sengkuni. Yang pertama, anak asrama yang ketahuan bekerja di luar. Sengkuni mengusirnya. Alasannya, di asrama sudah diberi fasilitas uang saku dan sebagainya. Pengusiran itu se…

LONCENG YANG BERBUNYI SENDIRI

Penduduk lereng gunung Matasayu selama berminggu-minggu diteror oleh bunyi lonceng di gunung yang sedang ditinggal juru kuncinya untuk dicarikan juru kunci yang baru, sebab si juru kunci tua sudah merasakan ajal mau mengetuk rumahnya suatu malam nanti. Penduduk tak ada yang berani mendatangi menara tempat lonceng itu berada. Terutama karena gunung itu terkenal angkernya. Banyak saksi mata yang melihat kemunculan macan putih atau alap-alap merah di hutan yang mengelilingi menara tua peninggalan nenek moyang itu. Bunyi lonceng itu berbunyi tak henti pada tiga minggu sebelumnya, disusul oleh suara lolongan yang mengelus bulu kuduk. Memang pada saat itu, terjadi hujan badai dahsyat. Petir menyambar begitu terang dan menggelegarnya ke gunung Matasayu. Banyak yang mengira, ada roh gentayangan yang riang gembira karena juru kunci sedang pergi. Keberadaan juru kunci memang untuk menahan kekuatan-kekuatan gaib memasuki permukiman penduduk. Makin-makinlah, dengan isu yang demikian itu, penduduk…

DIBUNUH OLEH WAKTU

Bila diberi waktu, manfaatkan dengan baik, ngek. Jangan seperti si Damput yang bilangnya ingin menulis buku tapi lebih sering bilang, “Belum ketemu waktunya.” Si Damput ini, ngek, nasibnya tragis. Tragis yang tidak melibatkan darah, ngek. Dia dibunuh dengan kejam oleh si waktu. Dia termakan sendiri oleh ucapannya, ketika bapaknya yang tak sabar ingin membaca karya anaknya, menanyai kabar tulisannya, si Damput menjawab, ngek, “Nanti pak, tulisannya sudah ada di kepala. Tinggal dituangkan. Masalahnya, waktunya belum ketemu, aku sibuk. Coba kalau aku diberi waktu yang panjaaaang, aku pasti bisa selesaikan.” Bapaknya kemudian berdoa di depan patung berpenis besar sembari mengisap rokok bergantian dengan mulut dower si patung, “beri anakku waktu yang panjang, Tuan.”

ALIH RUPA JAHANAM

Selamat datang di eranya para pemfitnah. Di era ini banyak orang dengan mudah mendulang ketenaran. Silakan saja merekam video sensasi kontroversial, jari-jari manusia akan melancarkan aksimu itu ke saluran dunia maya. Di era ini orang suka mencampuri urusan orang lain dan bawel tak tahu batas. Sok benar dan paling suci. Padahal disodori video rekaman orang bugil, lebih cepat dari kilat, mereka akan membagikannya ke sejawat. Tapi yang namanya tenar dengan cepat, akan terlupakan dengan cepat pula. Makanya pintar-pintarlah bikin sensasi. Kalau memang itu tujuanmu, sensasi bisa membuatmu tenar, tenar bisa membuatmu tajir mendadak. Di jaman ini bukan saja selebritas berhak tenar, orang-orang biasa pun bisa melejit jadi selebritas dalam cara pintas. Ciptakanlah sensasi. Sensasi itu bisa yang bersifat positif juga bisa negatif. Mau lebih cepat tenar, pilih yang negatif. Salah satu yang ditimpa ketenaran adalah ia yang bernama Titi Kemayu. Ia peraih tenar pintas karena seorang iseng merekamnya …

LIDAH LEGENDARIS

Kang Ilat mendatangi rumah Nyi Kondang bukan untuk memuaskan batang kemaluannya, sebaliknya ia ingin memuaskan Nyi Kondang. Kegiatannya menyelinap malam-malam ke rumah Nyi Kondang harusnya adalah perbuatan terlarang. Nyi Kondang memang tengah ambil libur dari pekerjaan hiburan di lokalisasi, tapi itu bukan berarti Nyi Kondang mau menerima tamu. Kalau saja Nyi Kondang tidak mau mendengarkan tawaran Kang Ilat, ia pasti sudah memanggil tukang gebuk lokalisasi untuk menghabisi Kang Ilat yang tak diundang tapi datang ini. Tawaran Kang Ilat menarik untuk diterima. “Meski kelaminku sudah tidak berfungsi, tapi aku telah menemukan cara menyalurkan energi syahwat ke lidahku. Aku telah berlatih. Lidah memang tak bertulang, sama halnya dengan pelir.” “Pelir dan lidah itu tak sama, Kang.” “Itulah. Nyi Kondang sudah terlampau banyak menerima yang sama. Percayalah, lidahku dapat sekeras linggis, atau terong, sesuka Nyi saja. Aku dapat mengaturnya. Bila Nyi Kondang menghendaki getaran yang niscaya biki…

PELITA KASIH

Keduanya telah saling jatuh cinta ketika pertama kali dijejerkan berdua di atas lantai. Api yang menyala di sumbu kepala mereka bergoyang malu-malu untuk saling berkenalan. Dalam suasana sendu rintik gerimis mengguyur bumi, dua manusia menghangatkan diri berdekatan juga demi penerangan. Kala itu desa mereka kena pemadaman bergilir. Pelita dari dua batang lilin tidak dapat mengusir keresahan pasangan yang baru menikah itu. Sepasang lilin tahu mengenai perasaan manusia, apalagi yang dilanda kesusahan, getar-getar emosi dapat merambat di udara. Pelita dari dua lilin jadi ikut sedih, mereka menunjukkannya dengan gejolak api yang meredup. Keduanya menjadi saksi bisu dua pasangan manusia yang melakukan segala upaya untuk menjadikan hidup mereka lebih berarti. Keduanya terharu dan kadang juga gemetar ketakutan, kalau saja lilin dapat bergetar takut, saat sepasang manusia itu bertengkar. Namun akhirnya pelita mereka dapat menenangkan pasang manusia itu. Lagi-lagi listrik padam. Di saat-saat s…

SI FULAN, SI DOR, DAN SI ANU

Gambar
Ada yang lucu ketika membicarakan tentang seseorang namun susah payah menyembunyikan identitasnya supaya orang yang belum tahu tetap dalam kebelum-tahuannya. Biasanya si anu akan sering dipakai. Karena sudah kadung kita kadang membayangkan yang lain ketika si anu disebut, misal si anu sedang menganu si anu, kan repot, sudah begitu sebutan menganu sering dikaitkan dengan kegiatan anu-anuan, jadi saya beri opsi saja untuk pakai si fulan. Saya dan teman-teman punya hubungan berbeda dengan si fulan. Hubungan saya dengan si fulan seperti hubungan tarik ulur antara cinta dan benci. Sebab ketika saya melihatnya kali pertama, sosok si fulan membuat saya tidak nyaman, ganteng sih memang, dan gagah, lelaki idaman banget, tapi ya begitu, ada segolongan orang rupawan yang membuat kita lebih memilih untuk tidak melihatnya. Awalnya si fulan itu baik, tapi lambat laun ternyata terkuak bahwa si fulan ini jahat. Saya agak kurang nyaman melihat si fulan beraksi, saya akan menghembuskan napas bosan kalau…

Bulu Mesin Waktu Muson

Bulu hidung yang tercabut itu memang sakit. Makanya Muson dapat menjelajahi waktu lebih panjang kalau ia cabut bulu hidung. Ah tapi itu hanya dilakukannya di keadaan genting. Segenting ketika teman kelasnya yang usilnya kayak anak setan, bersama tiga kroconya menjegal Muson lalu mencabut empat helai bulu hidung. Anak-anak setan itu membakar bulu hidung yang berhasil mereka cabut. Ah goblok! Muson mengutuk kebegoan mereka. Kini ia harus menjelajah waktu demi menyelamatkan anak-anak setan itu. Mereka terlempar ke masa lampau. Sebab bulu hidung yang mereka cabut ada upilnya. Sebut saja apa yang bisa dilakukan bulu-bulu pada tubuh Muson sebagai keajaiban, terserah kamu saja. Karena Muson berkata lain. Ia sudah belajar dari pengalaman lampau. Dahulu, ia memanfaatkan bulu-bulunya untuk putar-putar waktu, tentunya demi kepentingan pribadi. Ia mencabut sehelai rambut dan dapat maju atau mundur waktu sesuai dengan panjang rambut tersebut. Katakanlah satu senti setara dengan lima menit. Muson ja…

Istri Semesta Sabun Inyong Koderi

Anggap saja ini dongeng. Inyong Koderi, pemuda yang punya semesta sabun. Di tempat yang penuh buih dan gelembung wangi itu ia bisa mencipta apa saja. Termasuk sesosok istri. Inyong Koderi sudah kepala dua tambah lima, ia capek mendengar cerocosan ibunya yang bawel minta menantu. Sudah begitu, Inyong Koderi pengangguran, sukanya melamun ngawur di siang bolong ditemani ukulele butut bersenar dua. Parahnya lagi, Inyong Koderi punya dua kutil di jidat, ya mana gampang cari prospekan istri. Gadis yang tak laku saja tidak mau, apalagi yang bening bagai mutiara. Demi menghapus kemalangan nasib itu, ya sudah, mending menciptakan dunia yang hanya ia sendiri bisa masuki. Sebuah dunia ajaib yang dipenuhi gelembung sabun. Di dalam gelembung itu Inyong Koderi dapat mencipta desa, kota, negara, apa saja. Ia mencipta minion-minion lucu yang akan bekerja untuknya siang dan malam. Menyediakan apa saja yang Inyong Koderi minta. Sekali jentikan jari apa saja muncul di hadapan wajah. Maka ketika kali kes…

KISAH KI WARUGAN

Adalah Ki Warugan, seorang bekas anggota paguyuban sihir Randang Gageh, kini menapakkan diri di sebuah wilayah dengan ketimpangan sosial begitu kentara. Semenjak lama setelah ribut-ribut terakhir di paguyuban sihir yang menyebabkan anggotanya tercerai berai, ia mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Sihir yang dianugerahkan kepada dirinya termasuk dalam kategori sihir natural, yakni yang berasal dari darah, bawaan  ragawi lahiriah. Tidak banyak yang terlahir dengan bawaan sihir natural seperti itu di paguyuban sihir Randang Gageh, kecuali satu, seorang yang namanya bila diingat akan menyebabkan luka lama kambuh kembali. Sudah terhitung ratusan tahun dia hidup menyendiri. Mengelana dalam naungan dan bimbingan kebajikan. Satu pandu yang meyakinkan diri untuk jangan dahulu moksa. Umat manusia membutuhkan uluran sihir baiknya. Bila kau tengok apa yang senantiasa bergejolak di antara umat manusia, niscaya kau akan percaya Ki Warugan ini bakalan hidup selamanya. Betapa tidak, manusia mana yang …

SEMESTA PARALEL

~oOo~
Sihir mengacaukan hidupnya. Ariana memberenguti bunga sakura, burung-burung berkicau dan rerumputan hijau. Ia membenci semuanya. Dia membenci pondok kecil bau asap, kebun subur melandai, bahkan ia membenci pancaran hangat sinar matahari. Lebih-lebih, dia membenci surat yang ada di sakutnya. “Nona Ariana Summerset,” surat itu bertuliskan, “Kami mengharap kehadiran nona.” Surat itu ditandatangani oleh Raja. Kebanyakan gadis-gadis—seperti tetangga Ariana, Kate—pastinya akan kegirangan. Mereka mendambakan sihir, apalagi bakat milik Ariana: Perak, yang paling jarang dan paling kuat. Namun sihir perak adalah tipuan. Ia liar, tak terkontrol. Ia melakukan hal-hal yang tak diinginkan, seperti mengubah gaun sutra anggun menjadi sepatu bot butut. Sop kambing lezat menjadi ikan forel (Ariana membenci ikan). Singkatnya, sihir itu dapat memberimu apa saja, kecuali yang kau minta. Ariana mengeluarkan surat itu. Dia merobek-robeknya dan membiarkannya terjatuh ke tanah.  Kemudian menginjak-injaknya…

WORO WORO PREORDER NOVEL FANTASI KLENIK KARYA HADITHA

Gambar
Saya baru saja melangsungkan sebuah prosesi sakral penyatuan dua jiwa. Ya, tanggal 24 Desember 2016 kemarin saya melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita bernama Yustika Amalia. Terima kasih kepada kawan-kawan yang sudah mendoakan.

Sebelumnya saya pernah mengutarakan niat untuk mengadakan pembukaan pemesanan buku cetak novel-novel yang sudah saya tulis.

Maka dalam kesempatan yang baik ini, mengawali lembaran segar tahun 2017, saya buka saja.

Ada pun novel yang dapat dipesan ada tiga judul,  yaitu: Anak Pohon, Sumur Hitam, dan Astral Travel Agent.

Bagaimana memesannya?

Lihat gambar berikut:


Barangkali ada yang bertanya-tanya apa itu Fantasi Klenik.
Mari saya perkenalkan.
Fantasi Klenik adalah cerita-cerita fantasi (meski nanti tidak mutlak utuh fantasi genre yang diangkat) yang saya tulis yang memuat konten-konten atau elemen berbau klenik. Tema-tema yang dituang pun lebih banyak berbau supernatural khas Indonesia. Dalam cerita-cerita Fantasi Klenik ini penulis menonjolkan rasa …