Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

MENULIS BIAR JADI MANUSIA

Demi menjadi manusia, kamu ingin menulis. Itu kamu katakan saat pertama kali kamu jumpa denganku selepas aku membacakan cerita pendekku yang lucu dan penuh interpretasi tentang kelamin manusia. Kamu tertarik dengan cerita. Kamu ingin bercerita, kamu ingin menulis. Ciri khas manusia adalah bercerita, katamu.

Kamu bilang kamu belum merasa jadi manusia utuh apabila belum menuliskan cerita. Cerita tentang kehidupan manusia. Aku bertanya, bukannya kamu sekarang ini manusia? Kamu menjawab, aku memang manusia, tapi dengan menulis aku akan jadi lebih dari manusia biasa. Manusia biasa tidak menulis, katamu. Aku bilang padamu, penulis adalah manusia biasa. Kamu menolak ide itu. Penulis tentu bukan manusia biasa, katamu. Itu didukung dengan emakmu yang manusia biasa, tidak menulis. Kamu ingin jadi lebih dari manusia. Kamu ingin bercerita tentang manusia. Kamu ingin menulis tentang kemanusiaan. Maka, katamu, untuk melakukan itu, kamu ingin jadi lebih dari manusia dulu. Aku bingung, katamu tadi de…