Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

SANTAP

Sudah telat baginya untuk kembali menjadi manusia.

Sebut saja namanya Beruk. Ia sebatang kara. Tak punya orang tua. Banyak yang bilang ia dilahirkan sebongkah batu tempat perancap memuntahkan cairan klimaks renjana. Tentu saja itu tidak benar. Ia anak manusia. Siapa pun boleh bilang begitu. Oleh orang budiman yang ekonominya kurang baik, ia diangkut dari gang kumuh lalu diantar ke panti asuhan. Di sana ia tumbuh menjadi anak yang aneh.

Ia kurang teman, sebab ia aneh. Sebenarnya nama pemberian ketua yayasan kepadanya cukup bagus, tapi orang sudah banyak yang lupa, sebab mereka suka memanggilnya Beruk. Mukanya mirip beruk. Ia tumbuh dengan merasakan banyak cemoohan, itu membuatnya membenci orang-orang. Ia pikir orang-orang itu semuanya baik. Tapi kenyataannya terbalik. Banyak orang jahat kepadanya, sebab ia anak yang aneh. Ia benci orang-orang itu karena menganggapnya aneh. Si Beruk Aneh.
Ia kecewa dengan kehidupan, pengasuh pertamanya sudah mangkat dari tempatnya diasuh. Hanya beliau s…